BELAJAR BIJAK ALA ORANG JAWA

BELAJAR BIJAK ALA ORANG JAWA

Author : Asti Musman

Rp. 49.500

Judul

BELAJAR BIJAK ALA ORANG JAWA

Nomor ISBN

978-623-7115-35-9

Penerbit

Kategori

Jenis Cover

Soft Cover

Kertas Isi

Bookpapper

Tebal Buku

204 Halaman

Berat Buku

200 gram

Dimensi

14 x 20

Lokasi Stok

Gudang Anak Hebat Indonesia

Qty

Dalam budaya Jawa teradapat banyak nasihat atau pitutur yang bisa kita petik hikmahnya. Pitutur ini dari serat - serat (kumpulan nasihat yang dibukukan) seperti Serat Kalatidha, Serat Wunlangreh dan banyak lainnya. Secara umum serat - serat yang diciptakan para pujangga besar seperti Raden Ngabehi Ranggawarsita, Raden Ngabehi Yasadipura II dan Sultan Agung ditulis pada sekitar tahun 1700-an. Lalu pertanyaannya adalah masihkah relevan pesan yang disampaikan dalam serat - serat tersebut dengan masa sekarang ? Ternyata banyak pitutur yang diciptakan itu masih bisa diterapkan hingga saat ini, misalnya nasehat tentang ilmu sejati (menjalankan perintah dan menjauhi larangan Tuhan) hingga menghindari sikap hedoisme dengan laku prihatin.
Menyimak pitutur luhur Jawa yang diciptakan berabad yang lalu menjadi cerminan diri agar mampu mengambil keputusan-keputusan yang terbaik dalam kehidupan. Persoalannya, maukah kita membuka hari untuk menyimak pitutur luhur yang tak lekang zaman? Hanya hati jembar kaya segera (luas seperti samudra) lah yang mampu menampung segala persoalan dan mengambil hikmah dari setiap ilmu baru, termasuk pitutur yang diungkapkan para leluhur kita.

1. Buku ini adalah buku tentang kebudayaan Jawa, khususnya membahas kebijaksanaan-kebijaksaan yang terkandung dalam berbagai serat-serat Jawa di tempo dahulu
2. Buku ini adalah sebuah cara untuk mempertahankan budaya Jawa yang adiluhung dan berkarakter. Orang jawa memiliki pandangan hidup kejawen, sehingga pandangan hidup orang Jawa juga memengaruhi gaya hidup atau kesempurnaan hidup menurut orang Jawa. Segala laku atau tindakan orang Jawa dalam kehidupannya selalu bersandar pada nilai-nilai filosofis dan hal ini terkandung dalam tafsir serat-serat yang ditulis pada zaman yang bersangkutan, misalnya saja Ranggawarsita dan Yasadipura.
3. Buku ditulis oleh penulis yang sudah malang-melintang di dalam kepenulisan budaya Jawa dan seluruh tulisannya ia riset sendiri selama berbulan-bulan dari lontar-lontar lama yang masih tersimpan di beberapa perpustakaan di Yogyakarta.

Maaf! Belum ada resensi mengenai buku ini dan untuk mengisi resensi anda harus memiliki buku ini terlebih dahulu dengan cara membelinya.