SENI MENDENGARKAN: Mendengar yang Tak Terucap, Memahami yang Tak Tersampaikan
recomended
new release

SENI MENDENGARKAN: Mendengar yang Tak Terucap, Memahami yang Tak Tersampaikan

Author : Mutia Sayekti

Rp. 31.500

Judul

SENI MENDENGARKAN: Mendengar yang Tak Terucap, Memahami yang Tak Tersampaikan

Nomor ISBN

978-623-244-556-7

Kategori

Jenis Cover

Soft Cover

Kertas Isi

Bookpaper (BW)

Tebal Buku

160 Halaman

Berat Buku

200 gram

Dimensi

14 x 20

Lokasi Stok

Gudang Anak Hebat Indonesia

Qty

Yang saya ingin ajak kepada para pembaca adalah proses refleksi diri. Dari pengalaman orang lain, mungkin kita bisa bercermin untuk lebih mampu menguliti diri sendiri: sejauh mana telinga kita bisa bersikap kooperatif dengan pikiran dan hati kita untuk mendengarkan orang lain. Kira-kira sejauh apa diri kita menyangkal bahwa ego kita lebih ingin dimenangkan untuk menjadi manusia yang enggan memahami apa yang dikatakan orang lain. Oh, atau justru kita terlalu memenangkan ego orang lain, karena menghindari konflik, dan akhirnya malah berkonflik dengan diri sendiri lalu memendam dendam. Tidak ada yang tahu, kan?

Saya menulis buku ini dengan sangat berhati-hati, berusaha supaya tidak ada poros sumbu positif atau negatif. Bukan bermaksud untuk menjadi (sok) bijaksana dengan memosisikan diri sebagai penengah, tetapi saya cenderung ingin mengajak untuk mempertimbangkan dua sisi orang yang sedang berkonflik untuk kemudian tidak memberatkan salah satu pihak saja. Saya ingin memberi sebuah premis bahwa dengan mendengarkan orang lain, kita bisa menjadi lebih bijak dalam bersikap. Dengan mendengarkan, kita menyelaraskan indra kita yang lain untuk diam sejenak, karena hanya dengan itu kita dapat memahami yang tak tersampaikan.

  1. Penulis mengangkat topik yang tidak biasa, lain daripada yang lain.
  2. Kisah-kisah yang diambil sebagai contoh, menggelitik sekaligus menyentuh nurani. Membuat kita mempertanyakan kembali kepada diri kita, “Sudahkah saya benar-benar mendengarkan, atau hanya berpura-pura mendengarkan tanpa memahami esensi dari apa yang kita dengarkan?”

Penggunaan bahasa yang lugas tetapi indah, membuat pembaca serasa dimanjakan dengan buku sastra.

Maaf! Belum ada resensi mengenai buku ini dan untuk mengisi resensi anda harus memiliki buku ini terlebih dahulu dengan cara membelinya.