Artikel

10 Hal yang Perlu Diperhatikan untuk Meminimalisasi Kegagalan


10 Hal yang Perlu Diperhatikan untuk Meminimalisasi Kegagalan

Semua orang pasti mendambakan sebuah kesuksesan, di bidang apa pun itu. Akan tetapi, terkadang ada saja sesuatu yang tak terduga, datang untuk menggagalkan kesuksesan kita. Dan pada posisi inilah, mental seorang pejuang diuji. Tuhan ingin mengetahui, bagaimana cara kita untuk menghadapi rintangan tersebut. Dan dalam kenyataannya, tak jarang orang yang menyerah begitu saja saat mendapati sebuah kegagalan. Hal ini yang sangat mengkhawatirkan, karena ini merupakan sebuah tanda bahwa mentalmu perlu diperbaiki. Dalam sebuah perjuangan, kegagalan memang tidak dapat untuk kita hindari, akan tetapi akan lebih baik jika kita mampu meminimalisasi kegagalan tersebut, di antaranya melalui cara-cara berikut ini:

 

Meminimalisasi kegagalan dengan mengetahui dan mengenali orang yang iri hati

Tidak mudah memang mengetahui dan mengenali orang yang iri hati terhadap diri kita. Kita harus bisa menyeimbangkan diri kita dalam mengenali setiap orang. Karena kita memiliki hak untuk itu.

Terlebih dengan orang-orang yang mudah mengkritik orang lain. Kita harus mampu memilah dan memilih mana kritikan yang baik untuk kita dan mana yang tidak baik. Karena, tidak menutup kemungkinan bahwa di balik kritikan itu terselip rasa iri atau hanya memandang sebelah sudut pandang dari dia saja, jangan sampai kita terpancing untuk melontarkan sebuah ungkapan-ungkapan yang membenarkan maupun menyalahkan.

 

Meminimalisasi kegagalan dengan berani menolak permintaan orang lain

Pilihlah ajakan orang lain jika itu memang mengajak kita ke dalam sebuah pertemuan yang membangun. Akan tetapi kita juga berhak untuk menolak ajakan orang lain, jika hanya untuk mendiskusikan sesuatu yang negatif. Pilihlah dengan benar, apakah ajakan tersebut akan memberikan dampak positif atau negatif bagi diri kita.

 

Untuk meminimalisasi kegagalan kita harus bisa membedakan masa lalu dan masa sekarang

Kita harus mampu menyikapi kehidupan di masa lalu, dan menikmati kehidupan di masa sekarang. Kehidupan masa lalu memang tidak selamanya baik, tapi juga tidak selamanya buruk. Kita akan bisa memperbaiki kehidupan buruk di masa lalu pada kehidupan sekarang ini. Dengan cara, ambil hikmah dari kehidupan masa lalu, dan jangan ada yang kita sesali saat ini. Dan teruslah untuk selalu menjalani hidup ini dengan sebaik mungkin.

Karena, tidak akan yang mampu mengubah masa lalu yang telah berlalu, akan tetapi kita bisa mengubah kehidupan di masa yang akan datang dengan melakukan hal-hal yang baik di masa sekarang. Untuk itu jangan buang waktu Anda sekarang untuk menyesali masa lalu, fokuskan saja dengan kehidupan Anda saat ini dan masa depan.

 

Meminimalisasi kegagalan dengan selalu fokus pada tujuan

Memfokuskan tujuan kita dalam hidup pasti akan melalui sebuah proses kehidupan yang tidak mudah. Apalagi untuk mendapatkan sebuah kesuksesan dalam hidup. Ketika kita menemui sebuah perdebatan, baik terhadap diri sendiri maupun dari orang lain, cara untuk mengembalikan tujuan kita adalah dengan cara percayakan diri kita.

Dan jangan mudah terpengaruh dengan pendapat dari orang lain. Ambilah yang sekiranya masuk dalam kategori yang sesuai dengan tujuan kita. Sikapilah pendapat-pendapat itu dengan tepat, baik itu berupa celaan atau pun pujian. Jangan sampai, orang lain mampu menggoyahkan tujuan yang telah kita siapkan sebaik mungkin.

 

Meminimalisasi kegagalan dengan meninggalkan apa pun yang membuat kita stres

Stres adalah gangguan mental yang dihadapi seseorang karena adanya tekanan. Tekanan ini muncul dari kegagalan individu dalam memenuhi kebutuhan atau keinginannya. Stres yang dialami seseorang dapat mengakibatkan menurunnya produktivitas seseorang dalam melakukan sebuah kegiatan, bahkan dapat menimbulkan rasa sakit pada tubuh. Maka dari itu, hindari hal-hal yang dapat membuat Anda merasa stres, dan selalu berusahalah untuk mengelola mental kita dengan sebaik mungkin.

 

Meminimalisasi kegagalan dengan mengalahkan rasa takut

Jangan biarkan perasaan takut menjadi penyebab kegagalan Anda. Rasa takut dapat membuat Anda aman karena Anda akan selalu memilih berada dalam zona nyaman Anda, sehingga langkah Anda untuk bergerak maju akan terhenti karena bayang-bayang anda telah dipenuhi oleh ketakutan itu sendiri.

Keluarlah dari zona nyaman dan biarkan diri Anda tertantang untuk mengalahkan ketakutan Anda sendiri, tapi bukan tanpa persiapan. Gunakan rasa takut dengan tujuan yang positif, yaitu untuk membuat Anda tetap waspada akan segala risiko dalam mencapai tujuan Anda.

 

Meminimalisasi kegagalan dengan menempatkan rasa cuek pada waktu yang tepat

Cuek terhadap pendapat orang yang tidak membangun mungkin boleh saja. Akan tetapi, kita juga harus tetap memerhatikan keadaan di sekitar agar dapat membantu kita dalam bertindak. Jangan-jangan sekeliling Anda mempunyai etos kerja yang lebih tinggi daripada Anda. Jangan mau kalah, Anda pun harus berusaha lebih keras dari sebelumnya. Dengan memerhatikan situasi, Anda juga dapat memperkecil risiko kegagalan.

Selain itu, belajarlah dari segala hal yang ada di sekeliling Anda. Hal ini dapat membantu kalian untuk selalu siap dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Karena belajar dari pengalaman orang lain itu penting.

 

Meminimalisasi kegagalan dengan menyesuaikan ekspektasi dengan kemampuan diri

Mempunyai target yang terlalu sulit untuk dicapai akan menambah berat beban pekerjaan yang Anda rasakan. Introspeksi diri lalu ukur kemampuan Anda. Dan akan lebih baik lagi, jika Anda mampu menguraikan tujuan utama anda menjadi beberapa bagian kecil. Jadi, kita bisa mengusahakan pencapaian dari hal yang paling kecil hingga akhirnya berlanjut sampai pencapaian dari tujuan utama. Dengan begitu, maka kita tidak akan merasa terbebani karena kita melakukannya secara bertahap, bukan langsung menjurus pada tujuan kita yang tertinggi.

 

Meminimalisasi kegagalan dengan menjauhkan diri dari sikap mudah menyerah

Hindari sikap mudah menyerah dengan beralasan bahwa sudah menjadi nasib Anda untuk mengalami kegagalan terus menerus. Mempunyai pola pikir seperti itu dapat membuat Anda malas untuk mencoba dan mengubah keadaan. Anda harus yakin bahwa Anda bisa mengubah keadaan dengan berusaha dan bekerja keras. Karena kesuksesan ditentukan oleh semangat, kemauan, dan kerja keras kita.

 

Meminimalisasi kegagalan dengan menjauhkan diri dari sikap pesimis

Pesimis sama dengan kalah sebelum bertanding. Dengan kata lain, Anda menyerah sebelum berusaha dalam melakukan sesuatu untuk mendapatkan apa yang ingin Anda capai. Percaya diri merupakan kuncinya. Bila kita sendiri tidak percaya akan kemampuan diri sendiri, bagaimana orang lain bisa percaya pada kemampuan kita? Jadi, bersikaplah optimis.

 

Itulah 10 cara yang perlu kita perhatikan untuk meminimalisasi kegagalan. Dan untuk penjelasan lebih lanjut, kalian bisa temukan di “Baca Buku Ini Saat Engkau Gagal” karya Kinanti Linda Rahayu. Memang, terkadang kesuksesan itu berawal dari kegagalan. Akan tetapi, jika kita mampu mengantisipasi sebuah kegagalan, bukankah itu juga akan lebih memudahkan kita untuk mencapai kesuksesan?