Artikel

8 Tips Nego Gaji dalam Wawancara Kerja


8 Tips Nego Gaji dalam Wawancara Kerja

Wawancara Kerja - Semua orang menyukai tawaran pekerjaan, namun banyak yang tidak menyukai tahapan negosiasi gaji. Tahapan negosiasi gaji pasti akan kita lalui dalam wawancara kerja.

Tak Jarang sebagian orang merasa panik dalam menjawab pertanyaan mengenai kisaran gaji yang diinginkan.

Serba salah dalam mengatakan gaji yang kita harapkan, apabila kita meminta terlalu dikit, pewawancara akan menilai kemampuan Anda rendah. Sedangkan apabila meminta terlau banyak, pewawancara akan menilai kita sombong.

Agar negosisasi gaji dalam wawancara kerja berjalan dengan baik, hindari saja delapan kesalahan ini dan Anda akan menjadi negosiator gaji yang lebih baik.

1. Tidak Siap

Pada titik tertentu pasti setiap perusahaan akan bertanya berapa kisaran gaji yang Anda harapkan. Anda harus siap saat pertanyaan itu diajukan.

Pertanyaan gaji bisa saja diajukan saat pertama kali pewawancara menelepon Anda.

Maka dari itu, Anda harus mempersiapkan berapa kisaran gaji yang Anda harapkan saat Anda memasukkan lamaran ke perusahaan tersebut.

Jangan sampai anda tidak siap saat pertanyaan itu muncul, dan Anda dapat memberikan nilai rendah atau berkata sesuatu yang dapat “mengancam” Anda pada tahap wawancara kerja ini.

 

                  Baca jugaPoin-Poin yang Harus Diperhatikan Saat Wawancara Kerja

 

2. Membiarkan perusahaan memberi tawaran berdasarkan gaji Anda sebelumnya

Gaji yang pernah Anda dapatkan sebelumnya bukanlah hal yang perlu di bicarakan pada tahap wawancara kerja.

Hindari pernyataan yang akan membawa kepada pertanyaan berapa gaji Anda sebelumnya. Walaupun ini sulit, namun apabila Anda tidak bisa melakukannya Anda bisa mengatakan bahwa pada perusahaan sebelumnya Anda mematok harga yang rendah.

Tetap terfokus pada apa yang Anda ingin capai sekarang dan alasan mengapa Anda layak untuk itu.

 

3. Berbohong tentang gaji sebelumnya

Poin ketiga ini harus dihindari. Saat wawancara banyak yang tidak berkata sebenarnya mengenai gaji yang didapat di perusahaan sebelumnya.

Dengan harapan akan mendapat gaji yang lebih banyak di perusahaan yang baru dilamar ini. Namun, hal ini justru akan jadi bumerang bagi Anda karena banyak perusahaan yang dengan memudahkan dapat memverifikasi sejarah gaji calon karyawannya.

 

4. Tidak verifikasi hasil riset

Beberapa website pencarian kerja telah banyak menawarkan kisaran gaji di perusahaan dan bagaiman review dari karyawan-karyawan yang pernah bekerja di perusahaan tersebut.

Hal tersebut dapat menjadi referensi sebelum anda menyebutkan nominal gaji yang ingin Anda dapat.

Namun, Anda perlu berhati-hati, kenyataannya tidak semua data di website tersebut dapat di percaya.

 

5. Memberi kisaran gaji yang diinginkan dan kecewa ketika mendapatkan minimal

Ketika Anda menyebutkan kisaran nominal gaji pada angka yang minimal pada wawancara kerja, hal tersebut diartikan bahwa Anda siap bekerja di angka minimal tadi.

Oleh sebab itu, pilih dengan hati-hati kisaran nominal gaji yang Anda inginkan dengan focus pada besaran minimal.

 

6. Bermain-main

Dikatakan bermain-main apabila Anda menolak menjawab ketika diberi pertanyaan seputar gaji.

Perlu kalian ketahui, pertanyaan seputar gaji merupakan bentuk keseriusan perusahaan untuk mempekerjakan Anda.

Jika perusahaan menanyakan beraoa gaji yang Anda inginkan dan Anda menolak untuk menjawabnya, bisa jadi perusahaan akan beralih ke kandidat yang lainnya.

 

7. Takut jika bernegosisasi, tawaran Anda akan dibatalkan

Jangan pernah takut untuk melakukan negosiasi gaji saat wawancara kerja. Apabila kalian memang cukup potensial dan kalian yakin dengan kemampuan yang kalian miliki, kalian dapat menego gaji dengan cara yang elegan.

Selama kalian bersikap ramah, dan menunjukkan sikap professional, pihak perusahaan tidak akan menarik kembali sebuah tawaran pekerjaan karena Anda bernegosisasi seputar gaji.

 

8. Tidak mempertimbangkan faktor lain di luar gaji

Tentu saja setiap orang memiliki standar gaji yang diinginkan. Tidak ada karyawan yang menginginkan untuk menerima gaji kecil.

Namun, mereka tidak mempertimbangkan hal lain di luar gaji. Ada beberapa hal lain seperti dana pensiun, asuransi, kesehatan, dan berbagai tunjangan yang diberikan perusahaan akan membuat pos pengeluaran kalian tidak terlalu besar.

 

Nah, kalian sudah tahu mengenai bagaimana negosiasi gaji pada saat wawancara kerja. Yang terpenting jangan panik dan merasa ragu. Untuk mengetahui hal-hal yang ada dalam wawancara kerja secara detail kalian bisa baca buku “ Tip & Trik Menghadapi Wawancara Kerja “ karya Fajar Nur’aini Dwi Fatimah.

Dan juga buku “ Sukses Wawancara “ karya RR.Prima Purnama Sari, S.Psi dan Sony Adam Saputra, S.Si.

Sukses Selalu!