Artikel

9 Hal yang Harus Diperhatikan Agar Dapat Memenangkan Debat


9 Hal yang Harus Diperhatikan Agar Dapat Memenangkan Debat

Dalam beberapa teori dan buku tentang teknik berdebat, dikatakan terdapat dasar utama untuk menyukseskan acara debat, salah satunya dalam hal kejelian. Jeli dalam segala hal, mulai dari bahasa, gestur, struktur kalimat atau kata, frasa, konotasi, vokal hingga gerak, dan gaya bicaranya harus disesuaikan dengan kondisi di mana ia menyampaikan pesan tersebut. Adapun penjelasannya, dapat dilihat dalam uraian berikut ini:

 

Pertama, tidak memfokuskan pada penampilan semata

Yang menjadi bagian terpenting dari sebuah debat adalah bukan hanya dari segi adu pendapat dan gagasan dari masing-masing informan. Ketika apa yang ditampilkan dalam sebuah debat benar-benar bermutu, tapi yang terjadi di kehidupan nyata justru terabaikan, hal ini akan memberikan penilaian negatif tersendiri. Jadi, penampilan di sini tidak cukup dibangun ketika sebuah acara debat berlangsung, tetapi perlu dipupuk sedini mungkin, sehingga sosok atau figur yang diharapkan masyarakat benar-benar dimiliki dalam dirinya.

 

Kedua, memperluas kosakata dan data

Kata atau kalimat merupakan bagian terpenting bagi seseorang untuk menyampaikan sebuah pesan. Tanpa adanya kemampuan dalam mengolah kata, maka apa yang hendak disampaikan oleh informan tidak mungkin akan sampai pada tempatnya.

Ketika kita memahami sesuatu yang hendak kita sampaikan kepada audiens, maka yang hanya perlu kita dalami adalah bagaimana cara membangun kata dan mengolah data yang ada menjadi kalimat yang bisa diterima dengan baik oleh audiens. Langkah ini bisa sekaligus membantu kita dalam memberikan pengaruh kepada audiens yang kita jadikan sasaran untuk mengikuti atau menerima informasi yang kita berikan.

 

Ketiga, mampu mengontrol emosi

Debat bukanlah sebuah ajang untuk menyalurkan emosi atau saling bertukar argumen yang mematikan salah satu pihak. Penting bagi seorang informan untuk menguasai emosi diri mereka, sehingga tidak menyebabkan audiens salah menerima makna pesan yang disampaikannya. Jika perlu, peserta debat seharusnya juga mampu menguasai emosi dari lawan mainnya agar dirinya mampu memberikan perlawanan yang tepat ketika sang lawan terjerumus dalam pembawaan emosinya.

 

Keempat, tidak menyinggung

Urusan pribadi memang menjadi hal yang sensitif ketika diungkapkan. Apalagi dalam hal perdebatan, bukan tidak mungkin peserta debat terbawa emosi kemudian saling menyerang secara personal, hingga akhirnya terjadilah permainan kotor yang menjerumuskan salah satu atau kedua pihak. Padahal, usaha untuk menjatuhkan lawan dengan jalan yang menyimpang ini justru akan menjadikan kekalahan bagi diri sendiri.

 

Kelima, memberikan serangan secara konsisten kepada lawan

Setiap manusia memiliki titik lemah masing-masing, yang ini harus mampu dikenali oleh masing-masing tim dalam sebuah acara debat. Dan ketika debat berlangsung, kita harus mampu menemukan titik kelemahan lawan, ketika kita telah mampu menemukannya, secara otomatis kita dapat mengetahui kapan dan bagaimana cara terbaik untuk memberikan serangan kepada lawan debat kita.

Kemudian, berusahalah untuk dapat mengambil alih pembicaraan, dengan mengambil alih pembicaraan kita bisa dengan mudah memberikan serangan secara konsisten kepada lawan, tanpa takut terpojokan dengan argumentasi yang sulit atau membutuhkan waktu berpikir lama untuk menyanggahnya.

Selain itu, sangatlah penting bagi seorang debater untuk menyembunyikan sebaik mungkin titik lemah dirinya dari pihak lawan. Karena, hal ini bisa menjadi celah bagi lawan untuk memberikan serangan, yang mungkin tidak akan bisa kita atasi.

 

Keenam, mempermainkan logika dengan lawan debat

Dalam sebuah debat, juga diperlukan kejelian untuk menjaga setiap argumen agar mampu diterima dan dipahami secara logis. Mengapa kita harus menjaga setiap argumen? Karena, selogis apapun sebuah argumen itu, pada akhirnya akan bisa terbantahkan apabila kita tidak mampu menjaganya. Selain itu, sangat penting pula seorang debater untuk menguasai logika dari lawan bicara atau pendengar.

 

Ketujuh, menempatkan diri serileks mungkin

Menempatkan diri pada kondisi yang aman, nyaman, yang seakan berada dalam lingkungan kehidupannya sendiri adalah hal yang harus diciptakan ketika kita mencoba untuk mencapai kemenangan. Kita harus membentengi diri agar mampu mengontrol emosi sebaik mungkin. Karena, jika seorang debater tidak mampu mengontrol emosi, terkadang luapan emosi tersebut yang pada akhirnya membuat dirinya sendiri terjatuh dalam lubang kekalahan, akibat ketidaknyamanan yang diciptakannya sendiri.

 

Kedelapan, mengutamakan penggunaan kalimat yang sederhana

Dalam sebuah debat usahakan untuk selalu menggunakan kata-kata yang sesederhana mungkin, yang itu tidak mengganggu konsentrasi kita hanya karena berusaha mengingat konotasi kata atau kalimat yang sulit. Karena, hal tersebut akan memberikan kemudahan bagi seorang debater untuk lebih meringankan pembicaraan.

 

Kesembilan, selalu percaya diri

Memercayai kemampuan diri sendiri merupakan kunci utama bagi seorang pembicara untuk mencapai kemenangan dalam sebuah acara debat. Tidak memikirkan semua halangan yang muncul dari luar dirinya, akan membuat seorang debater merasa rileks dalam melewati setiap momen.

Kemudian ketika lawan mulai memberikan tanggapan yang tidak kamu harapkan, pikirkanlah bahwa dirimu lebih baik dari dirinya. Bahwa ia tidak memiliki kesempatan yang sama untuk berada pada posisimu saat ini.

 

Itulah 9 hal yang harus kalian perhatikan sebagai seorang debater. Untuk lebih lanjut, kalian bisa baca di “Lancar Berdebat” karya Anna Mutmainnah. Dan jadilah debater yang cerdas, meyakinkan, dan beretika.