Artikel

Selalu Mengecek Ponsel Merupakan Suatu Kebiasaan Buruk, Benarkah?


Selalu Mengecek Ponsel Merupakan Suatu Kebiasaan Buruk, Benarkah?

Manusia, tentunya tidak pernah luput dari kebiasaan buruk. Dari mulai kebiasaan tidur larut malam, malas berolahraga, suka merokok, makan makanan yang serba instan, dan lain-lain. Bahkan, kebiasaan-kebiasaan yang selama ini sering kita anggap sebagai suatu hal yang wajar, bisa saja itu merupakan salah satu kebiasaan buruk yang kita miliki. Salah satunya adalah selalu mengecek ponsel. Sebenarnya, mengecek ponsel yang seperti apakah yang bisa kita sebut sebagai kebiasaan buruk? Berikut penjelasannya.

 

  1. Perlukah Mengecek Ponsel Sebelum Tidur dan Bangun Tidur?

Barangkali yang pertama kita cek adalah jam berapa. Tapi, banyak pula yang lebih memilih untuk membuka media sosialnya saat sebelum ataupun saat bangun tidur. Entah hanya sekadar Whatsapp atau media sosial yang lebih luas seperti Twitter, Facebook, atau Instagram. Hal tersebut, cenderung memberikan dampak yang negatif, sepereti: meningkatkan stres, kecemasan, rasa sedih, kemalasan sampai pola makan yang buruk. Sebenarnya tidak masalah membuka dan mengecek ponsel, asal jangan sampai berlebihan. Ingatlah, waktu sebelum dan setelah bangun tidur adalah waktu paling pas untuk memrogram ulang bawah sadar Anda, menghabiskan waktu dengan bermain ponsel hanya akan membuat programming bawah sadar Anda tidak berkualitas, karena Anda tidak hidup di dunia maya melainkan di dunia nyata Anda.

 

  1. Mengecek Ponsel Sebelum Makan dan Selesai Makan, Standby Kamera?

Lelucon paling menggelikan adalah tidak berdoa sebelum makan, tapi memotret makanan sebelum makan. Hal tersebut lantas membuat kita lupa akan mengingat karunia Tuhan karena telah memberikan makanan di piring kita.  Bukan keterlaluan jika kita menumbuhkan semua kesadaran itu. Satu piring yang kita hadapi dapat membuat kita lebih bersyukur dan bahagia, daripada sekadar memotretnya dan lupa bagaimana rezeki itu sampai di tangan kita. Kebiasaan kecil yang kita anggap ‘sekadar’ itu dapat memperburuk suasana hati, jika ternyata gambar makanan teman daring kita jauh lebih enak dan tampak indah. Menghabiskan makanan tidak perlu sambil bermain ponsel, selama itu bisa ditunda.

 

  1. Mengecek Ponsel Saat Mengobrol, Boring?

Saat mengobrol, seseorang akan merasa lebih dihargai jika kita memberikan perhatian penuh padanya. Sebosan apa pun kita pada pembicaraan yang sedang berlangsung, tidak membuka ponsel adalah bentuk kesabaran yang mampu mempererat hubungan kita padanya. Karena pada dasarnya, ponsel hanyalah alat pengalihan saat kita bersama dengan orang lain.  Padahal, perbincangan pasti akan terjadi dengan lebih intens jika kita dapat memberikan perhatian lebih terhadap lawan bicara kita, bukan terhadap ponsel.

 

  1. Luangkan, Kurangi, atau Hentikan Candu Media Sosial

Mereka yang sudah dalam level kecanduan mereka dikenal sebagai nomofobia. Nomofobia adalah singkatan dari “no mobile phone phobia”, yaitu sindrom ketakutan jika tidak mempunyai (atau tidak memiliki akses ke) telepon genggam. Seorang nomofobia biasanya akan merasa cemas apabila terpisah dengan gawai miliknya.

Memang, di era yang serba modern ini ponsel sudah menjadi alat yang sangat memudahkan kita untuk mendapatkan apa yang kita mau tanpa harus ke luar rumah, dan selain itu pula ada banyak manfaat lainnya. Akantetapi, jika kecintaan kita terhadap ponsel menyebabkan kita menjadi orang yang boros, hedonis, dan selalu terobsesi untuk menjadikan diri kita lebih unggul dari semua teman kita di dunia maya, maka disitulah dampak negatif dari candu media sosial akan terasa.

Luangkan waktu untuk merenung, apakah waktu yang kita berikan untuk media sosial terlalu banyak? Jika kita merasa terlalu banyak waktu dan energi yang terkuras untuk media sosial, kita wajib menguranginya sebelum kita masuk ke dalam golongan nomofobia. Golongan yang merasa depresi hanya karena ponsel tidak dapat digunakan.

Mulai sekarang cobalah untuk memberi perhatian lebih intens pada dunia nyata daripada dunia maya. Mungkin pembatasan diri terhadap ponsel ini bisa kita mulai dari memutus jaringan internet atau menyimpan ponsel di saat makan, bekerja, bersama orang lain dan tidur. Jika empat keadaan itu sudah mampu kita kontrol sedemikian baik tanpa ponsel, maka kita akan lebih mudah untuk melakukannya di waktu-waktu lainnya. Setelah itu, mulailah belajar agar kita dapat dengan pintar mengatur kapan dan untuk apa seharusnya ponsel digunakan.

 

Nah.. Selamat berusaha ya guys, ayo kita ganti kebiasaan buruk kita dengan kegiatan yang lebih banyak memberikan manfaat. Jangan lupa untuk selalu bijak menggunakan ponsel ya!