Artikel

Seni Berdamai yang Perlu Kamu Kuasai untuk Meraih Kualitas Hidup Lebih Baik


Seni Berdamai yang Perlu Kamu Kuasai untuk Meraih Kualitas Hidup Lebih Baik

Semua orang mengharapkan kualitas hidup yang lebih baik. Nah, kualitas hidup lebih baik ini, ada yang mengidentikkannya dengan kepemilikan materi, dan ada pula yang mengaitkannya dengan terpenuhinya kebutuhan mental. Kita tidak bisa mengatakan A salah dan B benar, karena dua-duanya bisa sama benar.

Dalam artikel ini, kita akan membahas kualitas hidup yang kaitannya dengan terpenuhinya kebutuhan mental. Kualitas hidup ini akan muncul ketika seseorang merasa cukup, menerima, bahkan bersyukur atas segala yang terjadi dalam hidupnya. Untuk kualitas hidup ini, seseorang perlu mengerti dulu tentang seni berdamai dan menerima, terutama hal-hal yang memang tak bisa diubah atau di luar kuasa kita.

 

Seni Berdamai dengan Emosi Diperlukan untuk Mestabilkan Emosi Diri dan Kehidupan

Emosi adalah reaksi psikologis yang muncul pada seseorang saat dia menghadapi suatu situasi. Emosi ini berpengaruh pada kualitas hidup. Logika gampangnya, kualitas hidup itu ibarat cermin yang memantulkan emosi. Orang yang mudah marah akan menjalani hari-hari yang tidak memuaskan, sementara orang yang bisa mengontrol amarah akan menjalani hari-hari yang lebih tenang dan memuaskan. Sebab inilah seni berdamai dengan emosi dibutuhkan untuk menciptakan hidup yang lebih menyenangkan, tenang, dan berkualitas.

Lantas bagaimana cara berdamai dengan emosi? Kamu bisa membaca Berdamai dengan Emosi karya Asti Musman (klik link ini). Sebelum menapak lebih dalam, kamu akan diajak memahami apa itu emosi dan spektrum-spektrumnya. Berikutnya, kamu akan diajarkan cara mengontrol emosi supaya emosi itu tidak menguasai dirimu.

 

Seni Berdamai dengan Diri Sendiri untuk Kualitas Hidup Lebih Baik Secara General

Mengapa seni berdamai dengan diri sendiri? Sebab, musuh terkuat untuk-masing pribadi adalah diri sendiri. Hingga saat ini masih banyak orang yang belum bisa berdamai dengan dirinya sendiri. Hal ini bisa terjadi dalam bentuk insecure, tidak percaya diri pada bentuk tubuh atau kekurangan, merasa tidak layak, hingga menyepelekan kebutuhan diri sendiri. Padahal berdamai dengan diri sendiri juga merupakan bentuk cinta kepada Tuhan dan makhluk-Nya. Loh, kita kan juga ciptaan Tuhan? Jadi kita berhak memperoleh cinta juga dong.

Dengan berdamai, menerima, dan mencintai diri sendiri, sesungguhnya kita sedang menciptakan hidup yang bahagia. Bukankah kedamaian adalah esensi bahagia? Bukankah penerimaan menjadikan hidup kita lebih tenang? Jadi seni berdamai dengan diri sendiri dan lingkungan sekitar sebetulnya adalah secuil dari seni berbahagia dan seni menjalani hidup dengan penuh kualitas dan makna.

Ingin mencoba berdamai dengan hidupmu? Baca Berdamai dengan Diri Sendiri karya Muthia Sayekti ini. Klik di sini.

Page created in 5.454888 seconds.