Artikel

Si Perfeksionis


Si Perfeksionis

Apa yang Anda pikirkan setelah mendengar kata perfeksionis? Pasti pikiran Anda langsung menuju pada seseorang yang memiliki standar kesempurnaan yang sangat tinggi dan sangat detail dalam segala hal. Baik dari segi penampilan, kebersihan, kinerja, dan lain sebagainya.

Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, perfeksionis adalah orang yang memiliki pandangan perfeksionisme. Dan perfeksionisme itu sendiri adalah keyakinan bahwa seseorang harus menjadi sempurna untuk mencapai kondisi terbaik pada aspek fisik ataupun non-materi.

Sisi positif dari seorang perfeksionis adalah ia memegang etika, bisa diandalkan, produktif, bijaksana, idealis, adil, jujur, teratur, dan disipilin diri. Namun, bila dilihat dari sisi negatif seorang perfeksionis kerap menghakimi, tidak luwes, dogmatis, obsesif-kompulsif, gemar mengkritik orang lain, terlalu serius, cenderung menguasai, gelisah, dan pendengki. Siapa pun orang yang hendak berhadapan dengan seorang perfeksionis, sering klai hanya bisa mengusap jidat, menelan ludah, dan berdecak dalam hatinya: “Waduuuh!”. Walau demikian, ada beberapa tips yang bisa dijalankan untuk menghadapi seorang dengan tipe perfeksionis, antara lain:

  • Selesaikan apa yang menjadi tanggung jawab Anda sampai benar-benar selesai sebelum berhadapan dengan seorang perfeksionis.
  • Seorang perfeksionis perlu untuk diakui keunggulannya.
  • Memuji keunggulan seorang perfeksionis.
  • Ucapkan atau tunjukkan betapa Anda berterima kasih terhadap saran-saran yang diberikan oleh seorang perfeksionis.
  • Tunjukkan kepadanya bahwa Anda juga mengikuti standar yang dipakai olehnya.
  • Segera meminta maaf kepadanya apabila ia sekonyong-konyong terasa menjaga jarak pada Anda.
  • Dengarkan betul-betul kecemasannya. Lalu, ajaklah dirinya rileks.

 

Di dalam lingkungannya, seorang dengan tipe perfeksionis bisa disenangi karena disiplin dan mampu menyelesaikan banyak hal. Namun, sulitnya menjadi seorang perfeksionis adalah ia akan dikecewakan diri senidri sendiri atau orang lain ketika yang diharapkan tidak terlaksana dan ia merasa dibebani tanggung jawab yang terlalu berat. Ia terobsesi atas apa yang telah dilakukan dan yang seharusnya lakukan.

 

Sebagai kanak-kanak, seorang dengan tipe perfeksionis telah mampu mengkritik diri sendiri sebagai antisipasi terhadap kritikan orang lain. Ia juga biasa menahan diri untuk melakukan sesuatu yang diperkirakan hasilnya tidak akan sempurna.

 

Sedangkan sebagai orangtua, seorang perfeksionis bisa tampil menjadi teladan untuk mengajarkan tanggung jawab dan nilai-nilai moral yang tegas pada anak mereka. Mereka cenderung konsisten, berlaku adil, serta sangat disiplin.

 

Di dalam karier, tipe perfeksionis selalu bekerja dengan efisien, teratur, dan senantiasa merampungkan tugas-tugasnya. Bagi seorang perfeksionis yang lebih analitis dan keras hati, mereka cenderung bekerja di bidang manajemen, sains, dan pemberlakuan hukum.

 

Di waktu senggangnya,  seorang perfeksionis selalu melakukan hal-hal yang bermanfaat dan sering kali terlibat aktif dalam sebuah organisasi. Tipe perfeksionis sering berolahraga, menjaga diet demi kesehatan, dan merasa bersalah jika tidak melakukannya.

 

 

Baca juga:7 Cara Praktis Mengubah Kebiasaan Buruk

 

 

Kemudian, seorang yang memiliki tipe perfeksionis, nyaris mustahil melakukan hal-hal berikut ini:

  • Terlambat masuk kerja sampai setengah jam.
  • Tidak mengirim ucapan terima kasih dalam dua hari atas hadiah yang diterimanya.
  • Tidak membuat reservasi (daftar pesanan) tiap malam selama berlibur.
  • Membiarkan cucian menumpuk dan piring kotor sepanjang minggu.
  • Tertawa ketika dikritik.
  • Makan dengan lengan sikut di atas meja dan menggunakan lengan baju sebagai tisu.
  • Bersantai dalam bak mandi sesaat sebelum undangan datang, alih-alih sibuk merapikan rumah.

 

Nah.. itulah sekilas penjelasan tentang si perfeksionis. Selain perfeksionis, tentunya masih banyak tipe-tipe lain yang dimiliki oleh masing-masing orang. Kita harus berusaha untuk selalu menyesuaikan diri terhadap orang satu dengan lainnya, karena masing-masing orang memiliki tipe yang berbeda-beda. Jangan hanya selalu menuntut untuk dimengerti banyak orang, akan tetapi berusahalah untuk mengerti orang-orang di sekitar kita. Ciptakan hubungan yang baik dan seimbang, dengan saling mengerti dan memahami. Untuk belajar lebih lanjut mengenai tipe-tipe seeorang atau pun membaca pikiran dan bahasa tubuh orang lain, kalian bisa baca di “Menebak Pikiran Seseorang dalam 2 Menit” karya Bayu W.A.