Artikel

Strategi “Menjinakkan” Rasa Marah


Strategi “Menjinakkan” Rasa Marah

“ Kemarahan dimulai dengan kegilaan dan berakhir dengan penyesalan” -Ali Bin Abi Thalib-

Pernyataan di atas telah menunjukkan betapa pentingnya kita untuk mengelola emosi kita,  salah satunya dengan “menjinakkan” rasa marah. Kita sebagai manusia yang diberikan nikmat akal dan hati, dengan begitu seharusnya mampu mencari cara untuk mengendalikan emosi. Karena tidak jarang emosi-emosi negatif seperti rasa kecewa dan rasa marah menguasai diri, dan membuat kita kehilangan akal dan konsentrasi. Rasa marah yang berlebihan juga dapat merugikan diri sendiri dan orang lain, maka sangat penting atau top urgent untuk mengetahui cara-cara mengendalikan emosi.

Jadi, ketika Anda sudah mulai merasakan gejolak-gejolak amarah atau percikan-percikan api emosi, alangkah baiknya Anda segera mengambil langkah untuk mengendalikan rasa marah itu agar tidak bergejolak dan membara lebih lama. Secara sederhana dan singkat berikut tips mudah untuk mengatasi rasa marah saat itu juga:

 

Beralih dari situasi yang membuat Anda marah

Ketika Anda sudah mulai merasakan amarah, maka lebih baik Anda berpindah ke tempat yang berbeda, menepilah dari situasi yang membuat Anda marah. Jika tidak memungkinkan untuk berpindah tempat, upayakanlah untuk meredam amarah Anda agar tidak meluap.

 

Berjalan kaki

Setelah berpindah tempat dari tempat di mana Anda mulai marah. Berjalan kakilah sedikit lebih jauh. Rasa marah menyebabkan denyut jantung Anda naik dan meningkatkan tekanan darah. Hal ini menyebabkan lonjakan adrenalin dan hormon tubuh lainnya. Dengan berjalan kaki dan menghitung sampai 10, akan membalikkan efek-efek fisiologis dan biologis. Kemudian mulailah berkonsentrasi, mengambil napas secara teratur. Ketika diri Anda sudah mulai tenang dan rileks, biarkan tubuh Anda juga rileks.

 

 

Baca juga: Kata-Kata adalah Senjata

 

 

Tarik napas selama 5 – 10 detik

Jika Anda masih marah setelah berjalan kaki maka aturlah napas Anda. Fokuslah untuk menghitung jumlah detik pada setiap tarikan napas Anda daripada fokus memikirkan hal apa yang membuat Anda marah. Nikmatilah setiap aliran oksigen yang Anda hirup. Hal ini cukup efektif untuk mengurangi ketegangan amarah Anda.

 

Pikirkan tentang situasi saat itu dan penyebab marah

Setelah sedikit lebih tenang, mulailah untuk berpikir jernih mencari penyebab Anda marah. Terkadang dengan menyadari dan memahami bahwa Anda terpengaruh tekanan dari luar, maka ini akan membantu Anda menjadi lebih tenang dan rileks. Hal ini akan membuat rasa marah Anda memudar dengan sendirinya.

 

Pikirkan solusi singkat untuk mengatasi masalah yang membuat marah

Setiap permasalahan pastilah ada jalan keluar atau solusinya. Oleh karena itu, mulailah memikirkan solusi-solusi yang bisa menjadi jalan keluar dari masalah yang muncul, penyebab meluapnya amarah Anda.

 

Mungkin beberapa dari Anda akan mengatakan bahwa praktek atau realita tidak semudah teori yang ada. Tapi, dengan mempelajari dan memraktikkan teori yang ada, setidaknya sudah menunjukkan usaha Anda untuk melakukannya. Anda mungkin tidak akan mampu segera meredakan amarah seketika. Tetapi, Anda perlu mencoba dan belajar mengelola amarah Anda, meskipun sedikit sulit dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Dan untuk mempelajarinya lebih lanjut Anda bisa membaca buku “Berdamai dengan Rasa Marah” karya Era Findiani. Karena pengendalian emosi atau menjinakkan rasa marah akan berlangsung seumur hidup kita ke depan. Jadi belajarlah sekarang, jangan ditunda-tunda.