Artikel

Ternyata Kesurupan Itu Ada Tahapannya! Apa Saja?


Ternyata Kesurupan Itu Ada Tahapannya! Apa Saja?

Kata “kesurupan” mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Mayoritas orang memandang kesurupan sebagai salah satu peristiwa yang berkaitan dengan dunia mistis atau supranatural.  Sebenarnya, peristiwa kesurupan juga memiliki pandangan tersendiri jika dilihat dari sisi psikologi. Dan tahukah kalian, bahwa kesurupan itu memiliki beberapa tahapan?

Awalnya, pembagian atas gejala kesurupan ini diungkapkan oleh Siswanto (2015) dalam bukunya yang berjudul "Awas Kesurupan". Ia menjelaskan bahwa pada hakikatnya seseorang yang mengalami kesurupan dapat dilihat gejalanya dan dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu pra-kesurupan, saat kesurupan, dan setelah kesurupan. Pada masing-masing waktu gejala ini, terdapat beberapa gejala yang sama pada setiap individu yang mengalami kesurupan. Berikut penjelasannya:

 

Pra-kesurupan

Pada praktiknya, kesurupan terjadi tidak secara langsung. Ada beberapa kejadian yang menandakan bahwa seseorang tersebut akan mengalami kesurupan. Gejala yang dirasakan biasanya berkaitan dengan kondisi tubuh seseorang.  Selain itu, pada tahap pra-kesurupan, seseorang berada pada kondisi sadar, namun lama-kelamaan kesadaran itu mengalami penurunan. Ketika fase ini terjadi, kepribadian dan pola perilaku seseorang yang mengalami kesurupan langsung berubah menjadi orang lain yang berbeda 180 derajat dari kebiasaan yang dilakukan. Ia pun menjadi orang lain dalam beberapa waktu.

 

Saat Kesurupan

Pada saat kesurupan, seseorang berada pada batas ambang antara kesadaran dan ketidaksadaran. Pada kondisi ini, seseorang yang mengalami kesurupan merasakan keadaan out of control terhadap pengendalian tubuhnya. Kadang-kadang ia mengetahui jika tubuhnya dikuasai oleh sesuatu, tetapi ia tidak dapat mengendalikan dan menjalankan fungsinya seperti biasa.

Saat kesurupan, biasanya individu bertingkah berbeda dari pribadi biasanya. Beberapa kepribadian lain bisa tiba-tiba muncul dan mengungkapkan identitas baru. Mengapa bisa begitu? Hal tersebut bisa saja terjadi akibat adanya kejadian yang sebelumnya pernah dialami oleh orang tersebut. Contohnya, seseorang yang sebelumnya merasa sedang dijauhi teman-temannya. Ia pun merasa tidak memiliki teman dan diasingkan oleh lingkungan sosialnya. Sehingga, sosok yang akan muncul pada saat terjadi kesurupan bisa saja merupakan sosok yang berusaha untuk melindungi dirinya.

 

Pasca-kesurupan

Pasca-kesurupan terjadi ketika individu telah mengalami kesurupan. Biasanya, gejala yang muncul hanya ketubuhan (Siswanto, 2015). Kondisi ketubuhan merupakan sebuah gejala fisik yang terjadi setelah seseorang mengerahkan segala kekuatan dan energinya saat kesurupan. Mereka biasanya mengalami penurunan kondisi fisik seperti lelah, lemah, letih, lesu, pusing, dan pegal-pegal.

Beberapa orang yang memiliki kepercayaan tinggi terhadap hal-hal supranatural menganggap bahwa melemahnya fisik manusia setelah mengalami kesurupan terjadi karena energi makhluk halus yang masuk dalam tubuh. Namun menurut ilmu psikologi, penurunan kondisi fisik setelah mengalami kesurupan disebabkan oleh energi yang dihempaskan akibat permasalahan yang ditahan (repress) di alam bawah sadar terlalu besar.

Secara terselubung, setelah individu mengalami kesurupan, ia akan mengalami kelelahan fisik. Namun secara tidak sadar, bagi orang dengan kesurupan patologis, ada kepuasan batin yang didapatkan. Sebab, ia telah meluapkan beberapa hal yang menjadi unfinished bussiness sebelum kesurupan.

 

 

Nah.. itulah 3 tahapan yang terjadi dalam peristiwa kesurupan. Ingin tahu lebih dalam tentang kesurupan dari sisi psikologi? Atau tentang kaitan antara kesurupan dengan depresi? Temukan jawabannya di buku “Understanding Kesurupan” karya Adebba Ramadhanti Noury.